Jasa Poles Marmer
Kristalisasi dan pemolesan marmer untuk mengembalikan kilap alami yang tahan lama.

Marmer adalah batuan metamorf yang terbentuk dari kalsium karbonat, terutama mineral kalsit, di bawah tekanan dan suhu tinggi. Kekerasannya hanya sekitar tiga sampai empat pada skala Mohs, jauh lebih lunak daripada granit. Karena lunak itulah marmer sangat mudah tergores oleh pasir dan debu yang menempel di alas kaki. Goresan mikro ini menumpuk dari waktu ke waktu dan membuat permukaan yang tadinya berkilau berubah menjadi buram.
Kerusakan kedua datang dari sifat kimianya. Kalsit bereaksi dengan asam, sehingga cuka, perasan jeruk, atau pembersih kamar mandi yang tumpah akan mengikis permukaan dan meninggalkan bercak buram. Bercak etsa seperti ini tidak bisa dihilangkan dengan mengelap karena permukaannya memang sudah terkikis, bukan sekadar kotor.
Penanganan marmer dimulai dengan pengangkatan lapisan pemoles lama yang biasanya sudah menguning. Setelah bersih, permukaan diratakan melalui grinding dan honing bertingkat. Tahap berikutnya adalah kristalisasi, yaitu reaksi kimia antara bahan pengkristal dan kalsium karbonat di permukaan batu. Reaksi ini membentuk lapisan yang lebih keras dan lebih mengilap, berbeda dari lapisan lilin yang hanya menutup permukaan.
Kenapa Lantai Bisa Kusam
Sebabnya berbeda untuk setiap material. Berikut yang paling sering ditemui pada marmer.
Goresan mikro dari pasir dan debu
Kekerasan marmer hanya tiga sampai empat Mohs, sehingga butiran pasir yang terbawa alas kaki sudah cukup untuk meninggalkan goresan halus. Goresan ini memecah pantulan cahaya dan membuat permukaan tampak kusam.
Bercak etsa dari cairan asam
Kalsit pada marmer bereaksi dengan asam. Cuka dapur, perasan jeruk, atau pembersih kamar mandi yang tumpah akan melarutkan sebagian permukaan dan meninggalkan bercak buram yang tidak bisa dilap.
Lapisan pemoles lama menguning
Lapisan pelapis dari perawatan sebelumnya bisa menguning dan mengabur seiring waktu, menutupi kilap alami batu di bawahnya.
Kelembapan yang tertahan
Pada area dengan sirkulasi udara terbatas, kelembapan yang tertahan di permukaan mempercepat munculnya lapisan keruh.
Cara Penanganan
Tahapan yang mengikuti sifat materialnya, dari perataan sampai tahap akhir.
- 1
Pengangkatan lapisan lama
Lapisan pemoles atau pelapis yang sudah menguning diangkat lebih dulu supaya batu bisa dinilai dalam kondisi aslinya.
- 2
Perataan permukaan
Permukaan digrinding lalu dihonning bertingkat untuk meratakan goresan dan bercak etsa, bukan sekadar menutupinya.
- 3
Kristalisasi
Bahan pengkristal direaksikan dengan kalsium karbonat di permukaan batu. Reaksi ini membentuk lapisan yang lebih keras dan mengilap, berbeda dari lapisan lilin yang hanya menutup permukaan.
- 4
Buffing akhir
Tahap akhir meratakan kilap supaya pantulan cahaya tampak konsisten di seluruh bidang.
Area Layanan
Layanan jasa poles marmer tersedia di area berikut, dengan survei gratis ke lokasi Anda.
Tanya Jawab Soal Marmer
Pertanyaan yang paling sering muncul tentang material ini.
Apakah bercak etsa bisa hilang dengan dilap?
Tidak. Bercak etsa terbentuk karena permukaan kalsit sudah terkikis oleh asam, bukan karena kotoran yang menempel. Permukaannya perlu diratakan lewat grinding lalu dikristalisasi ulang.
Kenapa marmer lebih mudah tergores daripada granit?
Karena kekerasannya lebih rendah. Marmer berada di sekitar tiga sampai empat pada skala Mohs, sedangkan granit enam sampai tujuh.
Apakah marmer bisa dikembalikan mengkilap tanpa penggantian?
Pada kerusakan yang masih di lapisan permukaan, kilap bisa dibangun ulang lewat perataan dan kristalisasi tanpa mengganti batunya.
Seberapa sering marmer perlu dirawat ulang?
Frekuensinya bergantung pada intensitas pemakaian dan jenis cairan yang sering tumpah di atasnya.
Bisakah kristalisasi dilakukan sendiri?
Bahan pengkristal bereaksi cepat dan hasilnya bergantung pada kecepatan serta tekanan mesin, sehingga pengerjaan biasanya dilakukan oleh tenaga yang terbiasa.
Layanan Lainnya
Jenis lantai lain yang juga kami tangani.